4 Tips Mudah Bermain Saham dengan Modal 100 Ribu Tanpa Ribet

bermain saham dengan modal kecil adalah cara yang tepat bagi investor pemula. Belajar dulu dengan modal kecil. Oleh karena itu, ketika terjadi kerugia

Forosla.com - Saham dapat menjadi wahana investasi yang memberikan return atau imbal hasil yang tinggi. Untuk itu, banyak investor yang mengalokasikan asetnya di saham tanpa memandang risikonya yang tinggi.

Bagi investor pemula, berinvestasi di saham bisa tampak sedikit menakutkan. Masih banyak orang yang beranggapan bahwa berinvestasi saham membutuhkan modal yang banyak.

Saat ini yang memiliki modal kecil pun bisa berinvestasi di saham. Nggak perlu jutaan rupiah, kamu bisa beli saham seharga Rp100.000 saja. Penasaran bagaimana? Berikut cara menjalankan saham dengan modal 100rb yang bisa anda coba lakukan.

Cara Mudah Bermain Saham Modal 100 ribu

Cara Bermain Saham Untuk Pemula


Padahal, bermain saham dengan modal kecil adalah cara yang tepat bagi investor pemula. Belajar dulu dengan modal kecil. Oleh karena itu, ketika terjadi kerugian, kondisi keuangan Anda tidak akan banyak terpengaruh. Nah, beginilah cara yang harus Anda lakukan ketika ingin membeli saham hanya dengan modal 100rb.

1. Pilih Sekuritas Sesuai Kondisi

Ketika Anda berniat untuk berinvestasi di saham, hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah membuka rekening RDN atau rekening dana nasabah di sebuah perusahaan sekuritas. Di perusahaan saham ini, Anda bisa membeli saham dan menjualnya nanti.

Saat memilih perusahaan saham, sebaiknya periksa dulu latar belakang dan kebijakan yang diterapkan perusahaan tersebut. Pastikan perusahaan tersebut legal dan memiliki rekam jejak yang baik.

Selanjutnya, Anda harus memeriksa jumlah setoran awal dan biaya transaksi yang dibebankan kepada investor. Setiap perusahaan efek umumnya memiliki kebijakan setoran awal yang berbeda-beda. Minimal ada Rp 1 juta atau Rp 5 juta.

Namun, bagi yang memiliki modal kecil atau investor pemula, tidak perlu khawatir. Saat ini ada beberapa aplikasi saham online yang memungkinkan Anda untuk membeli saham dengan modal yang sangat kecil. Di aplikasi Saham, Anda bahkan dapat membeli saham di bawah 100rb, tergantung pada harga saham yang ingin Anda beli.

Baca Juga : Perbedaan Saham dan Obligasi Yang Wajib Kalian Ketahui

2. Beli Saham Murah dan Potensial

Jika Anda sudah memiliki akun dana klien, langkah selanjutnya adalah membeli saham. Nah, banyak sekali emiten saham yang terdaftar di BEI atau Bursa Efek Indonesia. Setiap emiten saham tentunya memiliki harga yang berbeda-beda.

Bagaimana Anda memilih emiten saham yang paling sesuai dengan modal Anda? Perlu anda ketahui sebelumnya bahwa minimal pembelian saham adalah 1 lot atau 100 saham. Jadi, jika modal investasi Anda adalah Rp100.000, maka itu berarti Anda harus mencari saham dengan harga di bawah Rp1.000 per saham.

Namun, jangan asal memilih saham yang murah. Anda juga perlu mempertimbangkan berbagai aspek. Misalnya, posisi keuangan dan tingkat likuiditas perusahaan.

Mereka tidak mengizinkan Anda membeli saham murah, tetapi posisi keuangan perusahaan tidak bagus. Hal ini akan membuat perusahaan kurang menarik bagi investor lain. Akibatnya, tingkat likuiditas menjadi rendah dan harga saham bisa jatuh.

3. Beli Dan Jual di Waktu Yang Tepat

Ketika datang ke saham, waktu adalah yang terpenting. Harga saham cenderung berfluktuasi atau berubah dengan sangat cepat.

Biasanya, saham dengan harga lebih rendah adalah Kelas II (kapitalisasi menengah) dan Kelas III (saham kecil). Jenis saham ini umumnya memiliki pergerakan harga yang lebih fluktuatif dibandingkan saham blue-chip.

Anda juga harus rajin memantau pergerakan harga saham. Juga, jangan lupa untuk memperhatikan grafik harga saham. Dengan cara ini, Anda dapat memprediksi kapan Anda akan membeli dan menjual saham untuk mendapatkan keuntungan. Jika tidak, Anda mungkin melakukan transaksi pada waktu yang salah. Akibatnya, Anda mungkin menderita kerugian.

4. Perhatikan Biaya Transaksi

Saat Anda membeli dan menjual saham, perusahaan saham akan membebankan biaya transaksi. Besaran biaya transaksi untuk masing-masing perusahaan efek bervariasi, mulai dari 0,15% hingga 0,35%.

Biaya transaksi juga merupakan faktor penting untuk dipertimbangkan. Dengan mengetahui biaya transaksi, Anda dapat memperkirakan berapa keuntungan yang akan Anda dapatkan.

Selain itu, biaya transaksi ini juga dapat digunakan sebagai dasar untuk memutuskan seberapa sering melakukan perdagangan saham. Semakin banyak Anda bertransaksi, tentunya semakin banyak diskon transaksi yang akan Anda kenakan.

Tips Investasi Saham Modal Kecil

Jika Anda sudah mengetahui langkah-langkah menjalankan saham dengan modal 100rb, berikut beberapa tips berinvestasi saham dengan modal kecil yang perlu Anda ketahui.

1. Rajin Membaca Berita 

Saat berinvestasi di saham, akan lebih baik untuk membaca berita dengan serius. Hal ini bertujuan untuk mengestimasi saham-saham berharga murah yang berpotensi menaikkan harga. Pasalnya, ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi harga saham. Mulai dari faktor internal seperti akuisisi, hingga faktor eksternal seperti fluktuasi suku bunga dan situasi politik.

2. Rajin Menganalisa

Sebelum membeli saham, jangan malas menganalisa saham. Cobalah untuk mempelajari laporan keuangan perusahaan selama lima tahun terakhir. Anda juga dapat memprediksi keadaan industri perusahaan di masa depan. Dengan begitu, Anda bisa menentukan apakah saham tersebut layak untuk dibeli atau tidak.

3. Menetapkan Tujuan

Saat berinvestasi, Anda harus terlebih dahulu mengetahui tujuan investasi Anda. Oleh karena itu, Anda dapat memperhitungkan langkah dan alat investasi yang tepat.

Nah, untuk mencapai tujuan investasi tersebut, sebaiknya Anda menetapkan tujuan saat bermain saham. Tujuan ini bisa berupa jangka waktu investasi hingga persentase untung rugi yang akan Anda keluarkan. Misalnya, Anda dapat menargetkan keuntungan sebesar 10%. Jika Anda mendapat untung ini, Anda bisa menjual sahamnya.

Ketika Anda menetapkan tujuan, cobalah untuk disiplin. Investor pemula sering kali terjerumus ke dalam jebakan keserakahan saat harga saham naik dan berusaha menahan saham tersebut untuk mendapatkan keuntungan lebih. Ingatlah bahwa harga saham berfluktuasi. Ada kemungkinan harga saham benar-benar akan turun.

Selain itu, Anda juga harus memutuskan seberapa besar kerugian yang bisa Anda terima. Ketika harga saham turun hingga merugi, sebaiknya Anda menjual saham tersebut untuk mencegah kerugian yang lebih besar.

4. Hindari Saham IPO

Meski harganya cenderung turun, sebaiknya hindari saham IPO (initial public offering) dan saham gorengan. Pada penawaran umum baru, harga saham biasanya lebih rendah daripada di bursa. Sekilas, saham ini terlihat menarik, apalagi jika Anda memiliki modal kecil.

Namun, tidak ada yang bisa memastikan apakah harga akan naik setelah tercatat di bursa. Jika Anda benar-benar tertarik untuk membeli saham perusahaan tersebut, sebaiknya awasi terlebih dahulu untuk beberapa saat.

Perhatikan pergerakan harga saham untuk beberapa waktu. Cek juga kinerja perusahaan. Baru setelah itu Anda akan memutuskan apakah akan terus membeli saham tersebut atau tidak.

© Forosla Indonesia. All rights reserved. Developed by Jago Desain