8 Cara Efektif Menabung 50 Juta Dalam Satu Tahun

Pernahkah Anda berpikir tentang cara menghemat 50 juta dalam setahun? Misalnya untuk mengejar cita-cita pernikahan, menyiapkan asuransi, merenovasi ru

Forosla.com - Pernahkah Anda berpikir tentang cara menghemat 50 juta dalam setahun? Misalnya untuk mengejar cita-cita pernikahan, menyiapkan asuransi, merenovasi rumah, mempersiapkan pendidikan, dll.

Sederhananya, tujuan menabung Rp50 juta per tahun sama dengan mengumpulkan Rp4,17 juta per bulan atau Rp1,042 juta per minggu. Mereka yang saat ini bekerja sebagai pegawai tetap dengan gaji bulanan minimal Rp 8,5 juta dan tidak memiliki tanggungan, tentu tidak sulit untuk mencapai tujuan menabung.

8 Cara Efektif Menabung 50 Juta Dalam Satu Tahun


Namun, bayangkan jika gaji atau penghasilan bulanan Anda masih berkisar Rp 4 juta. Bisakah impian Anda menjadi kenyataan? Meski banyak yang pesimis tidak bisa mewujudkan hal tersebut, namun kemungkinan besar mimpi ini akan menjadi kenyataan jika Anda mengikuti strategi sederhana yang ini

Daripada berpikir tidak mungkin lalu tidak menabung, sebaiknya pikirkan apa yang bisa Anda lakukan dengan penghasilan yang Anda miliki. Penasaran? Yuk, cari tahu caranya!

Baca Juga : 9 Cara Unik Menabung dan Bikin Semangat 

8 Cara Menabung 50 Juta Setahun

Berikut 8 cara menabung 50 juta setahun yang bisa Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Tentukan Dengan Jelas Tujuan dan Rencana Tabungan Anda

Niat menabung tanpa tujuan akan berbeda dengan menabung untuk tujuan yang jelas. Dengan menentukan untuk apa uang Anda disimpan, sebuah dasar dan motivasi akan muncul yang akan mendorong keinginan untuk menjaga tabungan Anda tetap stabil.

Jika Anda bertujuan untuk menabung Rp 50 juta per tahun untuk biaya pendidikan berkelanjutan, tujuan ini akan membantu Anda membuat rencana tabungan, termasuk menemukan cara paling efektif untuk mencapai tujuan tabungan Anda dan menyiapkan skema tabungan yang tepat.

2. Gunakan Teori 50/20/30

Pernahkah Anda mendengar tentang trik penghematan 50/20/30? Salah satu cara untuk menabung secara efektif adalah teori anggaran keuangan pribadi yang diusung oleh Elizabeth Warren, seorang pakar keuangan dan profesor di Universitas Harvard.

Secara teoritis, Warren menyarankan agar setiap hasil pendapatan dialokasikan untuk tiga fungsi keuangan, yaitu 50 persen dari pendapatan untuk kebutuhan sehari-hari, 20 persen untuk tabungan dan investasi, dan 30 persen lainnya untuk kebutuhan gaya hidup seperti belanja pakaian dan memasak.

Mereka yang berpenghasilan Rp 15 juta per bulan harus menyisihkan Rp 7,5 juta untuk kebutuhan sehari-hari seperti makanan hingga deterjen, Rp 3 juta per bulan untuk tabungan, dan Rp 4,5 juta untuk pemenuhan gaya hidup.

Dengan menabung Rp 3 juta per bulan, Anda bisa menghemat minimal Rp 36 juta selama setahun. Tapi pertanyaannya, bagaimana caranya menutupi defisit Rp 14 juta agar bisa menghemat Rp 50 juta per tahun?

3. Mengurangi Anggaran Bukan Prioritas

Pengurangan anggaran untuk kebutuhan non-prioritas terbukti efektif dalam mengurangi pengeluaran yang tidak perlu. Alhasil, tujuan menabung Anda akan lebih mudah tercapai.

Salah satu cara menabung 50 juta setahun yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengalihkan alokasi dalam teori anggaran 50/20/30 menjadi 20 persen untuk gaya hidup dan 30 persen untuk tabungan. Jadi, dengan gaji Rp 15 juta, Anda bisa menghemat Rp 4,5 juta per bulan dan mengumpulkan Rp 54 juta setelah setahun. Jumlah ini cukup jauh jika dibandingkan dengan Rp 636 juta sebelum penggantian alokasi keuangan.

Cara lain yang bisa Anda coba, terutama bagi yang berpenghasilan tidak sampai 15 juta rupiah per bulan, adalah dengan berhemat dan mencari alternatif alternatif yang lebih murah. Misalnya, ketika menganggarkan uang transportasi untuk pergi bekerja, daripada selalu menyewa taksi atau mobil online, Anda bisa beralih antara menggunakan transportasi umum yang lebih murah seperti naik kereta atau bus.

Contoh lain, Anda bisa mencoba membawa makanan dari rumah untuk makan siang di tempat kerja daripada memakannya di restoran. Bahkan, hanya dengan selisih pengeluaran Rp 5.000 per hari, penghematan ekstra yang dapat Anda kumpulkan selama setahun selama 20 hari kerja sebulan bisa mencapai Rp 1,2 juta. Sekarang bayangkan jika Anda bisa mengurangi pengeluaran sekitar 10-20 ribu rupiah per hari selama setahun. Hasil yang didapat pasti lebih memuaskan bukan?

4. Bedakan Antara Kebutuhan dan Keinginan

Selain mengurangi anggaran yang bukan prioritas, cobalah juga untuk mengelola pengeluaran gaya hidup dengan lebih bijak dengan belajar membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Cara ini akan menyelamatkan Anda dari pembelian impulsif dan konsumtif, termasuk menghindari pengeluaran lain yang tidak perlu.

Sebelum membeli barang yang Anda anggap sebagai kebutuhan tetapi bukan prioritas, cobalah untuk menahan keinginan untuk segera membeli setidaknya selama 30 hari. Trik ini, yang disebut aturan 30 hari, sangat efektif dalam membantu Anda melatih diri untuk menahan diri dari pengeluaran berdasarkan keinginan saja.

Walaupun keinginan yang hemat dan terbatas membutuhkan kerja keras yang ekstra, namun hasilnya sepadan jika Anda berhasil mencapai tujuan Anda nantinya.

Jadi, bagaimana jika ekonomi dalam perekonomian masih belum cukup untuk memenuhi tujuan Anda menabung 50 juta per tahun?

5. Cari Pekerjaan Sampingan

Jangan hanya mengandalkan penghasilan utama Anda untuk mencapai tujuan tabungan Anda. Ada banyak pekerjaan sampingan online dengan upah yang sangat menarik yang bisa Anda lakukan agar tidak mengganggu waktu Anda dalam bekerja. Diantaranya adalah bisnis makanan takeaway, membuka toko online, atau menjadi perusahaan dropshipper.

Bahkan seseorang dengan keterampilan atau hobi tertentu dapat mengubah gairah Anda menjadi sumber pendapatan baru. Misalnya, mereka yang suka menulis dapat mencoba peruntungan dengan menjadi penulis online, dan mereka yang suka menggambar dan benar-benar andal dalam menjalankan PhotoShop dapat menawarkan layanan pembuatan logo atau sejenisnya.

6. Jual Barang Bekas Yang Jarang Dipakai

Daripada dibiarkan menumpuk di rumah, coba jual barang bekas Anda yang sudah jarang dipakai, tapi masih bisa dipakai. Strategi ini akan menjadi cara yang efektif untuk menghemat 50 juta dolar setahun karena dapat membuat rumah lebih bersih dan luas.

Untuk memulai, periksa lemari dan rak sepatu Anda, dan lepaskan pakaian dan sepatu yang telah menyusut atau memiliki gaya yang sama. Perhatikan juga barang-barang bernilai tinggi lainnya untuk dijual seperti barang elektronik bekas, buku bekas seperti novel dan komik, atau buku kuliah dan sekolah yang bisa dijual dengan harga lebih murah.

Anda dapat menggunakan situs marketplace untuk menjualnya secara online. Jika jumlahnya besar, Anda bisa mendapatkan tambahan uang tabungan sebesar jutaan. Namun, sebelum menjual barang bekas ada baiknya untuk mengecek terlebih dahulu harga pasaran, sesuaikan harga dengan kondisi barang, dan jangan mematok harga terlalu tinggi.

7. Alihkan Uang Tabungan Ke Investasi

Menabung biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai tujuan. Untuk mengoptimalkan jumlah tabungan, Anda dapat mengubahnya menjadi investasi terlebih dahulu.

Namun, pastikan bahwa pengiriman uang Anda ditujukan pada instrumen keuangan yang aman. Berikut beberapa strategi transfer uang tabungan yang bisa Anda coba:

Beli emas. Emas merupakan salah satu investasi berharga dengan nilai jual tinggi yang harganya tetap stabil dan terus meningkat dari waktu ke waktu.

Reksa Dana. Investasi ini tidak hanya memiliki imbal hasil atau return yang menjanjikan, tetapi juga cocok untuk pemula yang berinvestasi hanya karena memiliki risiko minimal, tidak perlu repot memantau pergerakan pasar, dan akan dikelola oleh manajer investasi yang ahli.

Investasi peer-to-peer (P2P) lending. Investasi ini efektif untuk melipatgandakan tabungan dalam jangka pendek mengingat tingginya bunga yang diperoleh hingga 21 persen per tahun.

8. Bersikaplah Realistis

Jika tujuan dan sasaran Anda jelas, Anda perlu membuat rencana tabungan Anda serealistis mungkin. Banyak orang pesimis menerapkan rencana mereka untuk menghemat uang dalam jumlah besar hanya karena mereka berpikir realistis saat membayangkannya, tetapi bertindak sebaliknya saat mengimplementasikannya.

Untuk mewujudkan cita-cita dan cita-cita menjadi kenyataan, diperlukan tekad dan komitmen yang kuat, serta selalu disiplin dalam melaksanakannya.

Langkah pertama yang dapat Anda ambil untuk lebih realistis dalam menabung adalah dengan menciptakan kesadaran. Sadarilah bahwa dalam proses menabung, Anda mungkin menemui sejumlah kendala, seperti pengeluaran tak terduga yang membuat Anda tidak bisa mencapai tujuan.

Dengan kesadaran seperti ini, setidaknya Anda sudah memiliki landasan agar bisa terus menabung secara rutin meski jumlahnya masih sangat jauh dari tujuan awal. Seperti yang dikatakan pakar konsumen Clark Howard, menabung terus-menerus meskipun jumlahnya sangat kecil masih merupakan cara yang baik untuk menabung.

Hal yang sama berlaku bagi mereka yang masih merasa sulit untuk mulai menabung. Paling tidak, menabung dari jumlah kecil dan meningkatkannya perlahan-lahan dari waktu ke waktu masih lebih baik daripada berencana untuk menabung nanti jika pendapatannya lebih besar.

Jadi, daripada memaksakan kemampuan menabung secara langsung dalam jumlah besar, sebaiknya Anda melatih diri untuk realistis dengan menabung secara rutin meski jumlahnya sangat kecil.

Nah, karena tujuan Anda adalah mengumpulkan Rp50 juta dalam satu tahun, cobalah untuk mulai menabung minimal 2 persen dari penghasilan Anda. Dalam hitungan minggu, pastikan persentase tabungan Anda terus meningkat hingga mencapai 20-30 persen atau lebih. Cara ini tidak hanya bagus dalam hal pengelolaan keuangan pribadi, tetapi juga membantu Anda beradaptasi dengan gaya hidup baru yang lebih hemat.

© Forosla Indonesia. All rights reserved. Developed by Jago Desain